PROFIL

Visi dan Misi

A. VISI:

Untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi, Lembaga Dakwah Islam Indonesia mempunyai Visi sebagai berikut:

“Menjadi organisasi dakwah Islam yang profesional dan berwawasan luas, mampu membangun potensi insani dalam mewujudkan manusia Indonesia yang melaksanakan ibadah kepada Allah, menjalankan tugas sebagai hamba Allah untuk memakmurkan bumi dan membangun masyarakat madani yang kompetitif berbasis kejujuran, amanah, hemat, dan kerja keras, rukun, kompak, dan dapat bekerjasama yang baik”

B. MISI:

Sejalan dengan visi organisasi tersebut, maka misi Lembaga Dakwah Islam Indonesia adalah:

“Memberikan konstribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara melalui dakwah, pengkajian, pemahaman dan penerapan ajaran Islam yang dilakukan secara menyeluruh, berkesinambungan dan terintegrasi sesuai peran, posisi, tanggung jawab profesi sebagai komponen bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”

C. STRATEJI

Untuk pencapaian MISI LDII tersebut akan dilakukan dengan Strateji sebagai berikut:

[1] Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia dan meningkatkan kualitas sumberdaya pembangunan yang memiliki etos kerja produktif dan professional, yang memiliki kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berwawasan lingkungan, dan berkemampuan manajemen;

[2] Memberdayakan dan menggerakkan potensi sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kemampuan untuk beramal sholih melakukan pengabdian masyarakat di bidang sosial budaya, ekonomi dan politik;

[3] Menumbuhkembangkan kegiatan usaha dan kegiatan kewirausahaan dalam rangka pembenahan ekonomi umat sesuai tuntutan kebutuhan, baik pada sektor formal maupun informal melalui usaha bersama dan usaha koperasi, serta bentuk badan usaha lain;

[4] Mendorong pembangunan masyarakat madani [civil society] yang kompetitif, dengan tetap mengembangkan sikap persaudaraan [ukhuwwah] sesama umat manusia, komunitas muslim, serta bangsa dan negara, sikap kepekaan dan kesetiakawanan sosial, dan sikap terhadap peningkatan kesadaran hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta membangun dan memperkuat karakter bangsa;

[5] Meningkatkan advokasi, penyadaran dan pemberdayaan masyarakat tentang pentingnya supremasi hukum, kewajiban azasi manusia [KAM], hak azasi manusia [HAM], dan tanggung-jawab azasi manusia [TAM] serta penanggulangan terhadap ancaman kepentinganpublik dan perusakan lingkungan

[6] Meningkatkan advokasi, penyadaran dan pemberdayaan masyarakat tentang pentingnya supremasi hukum, kewajiban azasi manusia [KAM], hak azasi manusia [HAM], dan tanggung-jawab azasi manusia [TAM] serta penanggulangan terhadap ancaman kepentinganpublik dan perusakan lingkungan 

Tujuan

  A. TUJUAN

 Sesuai dengan visi, misi, tugas pokok dan fungsinya, maka tujuan LDII adalah:

“Meningkatkan kualitas peradaban, hidup, harkat dan martabat kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta turut serta dalam pembangunan manusia Indonesia sutuhnya, yang dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa guna terwujudnya masyarakat madani yang demokratis dan berkeadilan sosial berdasarkan Pancasila, yang diridhoi Allah Subhanahu Wa ta'ala.”

B. SASARAN

Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, maka ditetapkan sasaran sebagai berikut:
1. Meningkatnya kegiatan dakwah Islam secara merata di seluruh tanah air;
2. Meningkatnya kualitas hidup masyarakat Islam secara merata;
3. Meningkatnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai Islam secara merata;
4. Meningkatnya kualitas sumberdaya manusia masyarakat Islami;
5. Meningkatnya partisipasi masyarakat Islam dalam berbagai program pembangunan bangsa dan negara;
6. Meningkatnya kerukunan beragama dan kesetia-kawanan sosial.

C. INDIKATOR

Indikator dari masing-masing sasaran sebagai ukuran pencapaian antara lain:
1. Indikator meningkatnya kegiatan dakwah Islam secara merata di seluruh tanah air;
2. Indikator meningkatnya kualitas hidup masyarakat Islam secara merata;
3. Indikator meningkatnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai Islam secara merata;
4. Indikator meningkatnya kualitas sumberdaya manusia masyarakat Islami;
5. Indikator meningkatnya partisipasi masyarakat Islam dalam berbagai program pembangunan bangsa dan negara;
6. Indikator meningkatnya kerukunan beragama dan kesetia-kawanan sosial.


Motto

Moto LDII – ada tiga [3] motto yaitu :



[1] “Dan hendaklah ada di antara kamu sekalian segolongan yang mengajak kepada kebajikan dan menyuruh pada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung”

[ Q.S. Ali Imron, ayat: 104 ]



[2] “Katakanlah ini lah jalan (agama)-ku, dan orang–orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Maha suci Allah dan aku tiada termasuk golongan orang yang musyrik”

[ Q.S. Yusuf, ayat:108 ];



[3] “Serulah (semua manusia) kepada jalannya Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan yang lebih baik”

[ Q.S. An-Nahl, ayat 125 ].


AD/ART

Sahnya LDII

Surat pernyataan syahnya LDII dari Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia sebagai salah satu Ormas Islam di Indonesia.



Struktur Organisasi LDII

Struktur Organisasi LDII adalah sebagai berikut (klik pada gambar di bawah ini untuk memperbesar):


DPP LDII Bertemu Presiden Jokowi, Bahas Deradikalisasi Hingga Ekonomi Syariah





Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Abdullah Syam mengatakan pihaknya menyampaikan isu penguatan ekonomi syariah kepada Presiden Joko Widodo saat diterima di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (8/1/2015).
Seusai diterima Presiden, Abdullah Syam mengatakan, ekonomi syariah bukan hanya atribut yang dimiliki oleh Islam, namun juga semua agama, karena konsep keadilan dalam perekonomian yang menguntungkan semua pihak.
Konsep keadilan dalam ekonomi syariah tersbeut, menurut dia, diakui oleh berbagai tokoh agama lain yang ia temui selama ini.

Untuk itu, guna menguatkan ekonomi Islam tersbeut, sekaligus menyongsong Masyarakat ASEAN, pihaknya mengadakan seminar-seminar di berbagai daerah.

Pihaknya dalam kesempatan itu juga mengndang Presiden untuk dapat membuka seminar ekonomi syariah ASEAN yang akan digelar pada September mendatang.

"Tadi Bapak Presiden kami mohon untuk membuka, September nanti, penguatan ekonomi syariah," katanya.

Dalam kesempatan tersbeut, pihaknya juga menyampaikan terkait peningkatan sumber daya manusai guna menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Dalam pertemuan tersebut, menurut dia, Presiden menyampaikan agar tidak perlu takut dengan menyatunya perekonomian ASEAN melalui MEA.

"Karena justru setelah beliau (Presiden) bertemu dengan berbagi pimpinan negara, mereka justru yang takut, yang khawatir Indonesia akan datang," katanya.
Editor: Ruslan Burhani

Kakanwil Kemenag Menerima Kunjungan Pengurus DPD LDII Kota Malang




Bertempat di Kantor Kakanwil Kemenag (31/10/2014), Ketua umum DPD (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) LDII Kota Malang beserta jajarannya mengadakan audiensi dengan Ka, Kemenag Kota Malang Drs. H.Imron.M.ag dalam.  Pada kesempatan tersebut rombongan pengurus DPD LDII diterima langsung olah Drs. H.Imron.M.ag didampingi Kasi Binmas Siono.

Pengurus DPD LDII Kota Malang yang mengikuti audiensi antara lain, Ketua Drs. H. Heri Susanto, didampingi oleh Wakil Ketua Agung Basuki, Sekretaris Ir. H. Edi Subagija, MT, Kabag Pengabdian Masyarakat dan juga PC LDII Lowokwaru Sumaryono, Kabag pendidikan Agama dan Dakwah Ustad H. Sulaiman Faqih.

Pembicaraan dimulai oleh Kakanwil Kemenag Kota Malang Drs. H.Imron.M.ag, Beliau mengucapkan terima kasih kepada pengurus harian DPD LDII Kota Malang atas kehadirannya dan Dia mengatakan bahwa  telah menerima laporan dari bidang Kesra bahwa warga LDII itu baik tidak seperti yang telah diberitakan.

Imron melanjutkan pembicaraanya dengan menjelaskan tugas pokok dari Kanwil Kemenag salah satunya adalah membantu kelancaran jama`ah menunaikan ibadah Haji di Mekah Madinah dan merasa senang karena jama`ah haji dari LDII sangat bersemangat sekali khususnya yang melaksanakan haji Masian.
Dia juga memohon maaf bahwa setiap Kanwil Kemenag mengadakan kegiatan selalu mengundang LDII tapi suratnya tidak pernah sampai di kantor DPD LDII. 

Ketua Umum DPD LDII Heri Susanto mengucapkan terima kasihnya telah di terima bersilahturahmi, khususnya kepada Ka. Kanwil Kemenag melalui ketua rombangan haji Nur Hidayat telah membantu kelancaran warga LDII yang telah menunaikan ibadah haji tahun 2014 khususnya bagi yang melaksanakan ibadah haji masian. Pak Heri juga menyampaikan kegiatan pengurus LDII yang telah dilaksanakan salah satunya, Dialog Kebangsaan yang dihadiri Dandem Kota Malang.


DPP LDII: 1 Muharam Momentum Indonesia Hijrah ke Arah yang Lebih Baik

Foto:  http://dunia.tempo.co


MUI menggelar peringatan nasional Hari Raya Islam 1 Muharram 1436 Hijriah pada 26 Oktober 2014 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Ketua Umum MUI KH Din Syamsudin mengundang Joko Widodo, jajaran pimpinan DPR, DPD, serta para pejabat tinggi negara dalam acara tersebut. Peringatan tahun baru Islam ini juga dimeriahkan penampilan artis nasional seperti Nidji, Wali, D’Massive, Iis Dahlia, Cristina, dan lain-lain.


Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin menyatakan telah mengundang Presiden Baru Indonesia Joko Widodo untuk menghadiri acara peringatan nasional Tahun Baru Islam 1 Muharram 1436 Hijriah di Stadion Gelora Bung Karno pada Ahad (26/10) nanti. Kedatangan Presiden Joko Widodo menurut Din Syamsuddin akan menambah kemeriahan hari besar umat Islam itu. “Presiden Joko Widodo menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap Islam, dengan menjadikan 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional,” ujar Din Syamsuddin.
Din Syamsuddin menegaskan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mulai tahun ini mengelar perayaan Tahun Baru Hijriah secara besar-besaran. Sebelumnya, perayaan hanya sebatas seremonial seperti pengajian dan syukuran biasa. Ia mengimbau masyarakat yang hadir untuk mengenakan baju berwarna putih untuk menampilkan kekompakan di stadion berkapasitas 100 ribu orang itu.  

Din menegaskan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1436 Hijriah ini akan dihadiri 100 ribu umat Islam yang tergabung dalam ormas Islam yang bernaung di dalam MUI. "Peringatan 1 Muharam ini akan menjadi tonggak persatuan umat. Umat Islam akan menunjukkan kuatnya jalinan ukhuwah islamiyah untuk membangun Indonesia," ujar Din Syamsuddin.


LDII sebagai bagian dari MUI memeriahkan acara ini, dengan mengerahkan 20 ribu warganya yang berasal dari Jabodetabek. Rombongan LDII akan dipimpin oleh Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga DPP LDII Ust. H. Tri Gunawan Hadi. Bagi LDII, 1 Muharram adalah momentum untuk hijrah, sebagaimana Rasulullah SAW yang melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah, untuk memulai periode yang gilang gemilang dalam sejarah penyebaran Islam.

“LDII berharap momentum hijarh ini dialami juga oleh bangsa Indonesia, yang baru saja memperoleh pemimpin yang baru. Umat Islam berharap Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, terutama umat Islam. Agar negeri ini kian toleran dan tak terjadi lagi kekerasan atas nama agama,” papar Tri Gunawan Hadi.

DPP LDII berpandangan dalam 10 tahun terakhir kerukunan antar umat beragama dan sesama umat Islam mengalami ujian yang berat. “Umat Islam masih melakukan kekerasan kepada umat agama lain, bahkan dengan umat Islam sendiri. Padahal perbedaan harus diselesaikan dengan saling menasehati, bukan dengan melakukan penyerangan atau perusakan,” papar Tri Gunawan Hadi. Umat Islam di Indonesia harus mengedepankan dialog, saling menghormati dan menghargai, serta lebih toleran. Dengan demikian ukhuwah islamiyah dapat terwujud.

Menurut Tri Gunawan Hadi, DPP LDII mendorong umat Islam dalam ukhuwah islamiyah yang kuat, turut mengambil peran yang lebih besar dalam pembangunan bangsa, terutama di bidang ekonomi. Ancaman krisis ekonomi global, melemahnya nilai tukar rupiah, utang luar negeri yang mencapai Rp 2 ribu triliun, subsidi BBM yang mencapai Rp 300 triliun, dan jurang kemiskinan yang kian melebar, membutuhkan kehadiran umat Islam yang lebih intens untuk memberdayakan ekonomi umat.
“Umat Islam dapat mendirikan baitul mal watanwil, untuk simpan pinjam secara syariah sebagai sumber permodalan.

Dengan ekonomi yang syariah selain wujud ibadah, juga menciptakan saling menguntungkan tak merugikan salah satu pihak,” ujar Tri Gunawan Hadi. Tahun baru Islam ini menjadi semacam gerbang bagi bangsa Indonesia sekaligus umat Islam, untuk melangkah ke hal yang lebih baik di berbagai bidang, untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang makmur dan sejahtera di segala bidang.

Sumber: http://ldii.or.id 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...